JAKARTA – Operasi Ketupat 2026 resmi berakhir pada Rabu (25/3/2026) setelah berlangsung selama 13 hari, dengan hasil pengamanan arus mudik dan balik Lebaran yang dinilai relatif aman dan lancar meskipun terjadi peningkatan volume kendaraan dibandingkan tahun sebelumnya.
Berdasarkan data yang dihimpun, terjadi penurunan angka kecelakaan lalu lintas secara nasional sebesar 5,31 persen. Jumlah korban meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas juga menurun signifikan hingga 30,41 persen, yaitu dari 342 orang pada 2025 menjadi 238 orang pada 2026.
Analis kebijakan publik dan politik nasional, Nasky Putra Tandjung, menilai capaian tersebut sebagai indikasi bahwa situasi keamanan dan ketertiban masyarakat selama perayaan Idulfitri 1447 H tetap terjaga dengan baik. Menurutnya, keberhasilan ini tidak lepas dari peran aktif Polri bersama berbagai pihak dalam pengelolaan arus mudik dan balik secara terencana dan terkoordinasi.
“Penurunan angka kecelakaan dan fatalitas menjadi indikator positif bahwa strategi pengamanan dan rekayasa lalu lintas berjalan cukup efektif,” ujar Nasky dalam keterangannya, Jumat (27/3/2026).
Ia juga menyoroti penerapan rekayasa lalu lintas seperti sistem one way nasional serta inovasi one way sepenggal yang berkontribusi dalam menjaga kelancaran arus kendaraan di tengah lonjakan mobilitas masyarakat.
Dalam pelaksanaan Operasi Ketupat 2026, sebanyak 161.243 personel gabungan dikerahkan dengan dukungan 2.746 posko yang tersebar di berbagai titik strategis, meliputi pos pengamanan, pos pelayanan, dan pos terpadu.
Menurut Nasky, sinergi antara Polri, TNI, pemerintah, serta elemen masyarakat menjadi kunci utama terciptanya situasi yang kondusif selama masa Lebaran.
Nasky juga mengapresiasi langkah Polri yang melanjutkan pengamanan melalui Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD) hingga 29 Maret 2026. Kebijakan ini diambil mengingat masih adanya pergerakan kendaraan yang belum sepenuhnya kembali ke daerah asal.
“Langkah ini menunjukkan komitmen untuk memastikan keselamatan masyarakat tidak hanya saat puncak arus mudik, tetapi juga hingga arus balik selesai,” jelasnya.
Lebih lanjut, Nasky menilai pendekatan humanis yang diterapkan petugas di lapangan memberikan rasa nyaman bagi para pemudik. Kehadiran pos pelayanan tidak hanya berfungsi sebagai fasilitas pendukung, namun juga sebagai ruang istirahat dan layanan bagi masyarakat selama perjalanan.
Ia berharap hasil positif dalam Operasi Ketupat 2026 dapat terus dipertahankan dan menjadi referensi untuk pelaksanaan di masa mendatang. Dukungan masyarakat juga dinilai sebagai faktor penting dalam menjaga ketertiban dan keselamatan berkendara.
“Kolaborasi yang baik antara aparat dan masyarakat perlu terus dijaga agar keamanan dan kenyamanan bersama dapat terwujud,” tutup Nasky.














