Jakarta – Petugas Badan Narkotika Nasional (BNN) bersama aparat kepolisian melakukan penggerebekan jaringan narkoba di Kampung Bahari, Jakarta Utara, pada Kamis (13/8/2026). Dalam operasi ini, bos narkoba berinisial MR beserta sejumlah loyalisnya berhasil diamankan.
Menurut Direktur Penindakan dan Pengejaran BNN, Brigjen Roy Hardy Siahaan, MR ditangkap pagi hari saat keluar dari sarangnya di sekitar Kampung Bahari setelah dilakukan surveillance. Selain penangkapan MR, petugas juga menyita sejumlah barang bukti narkotika dan senjata api.
Setelah penangkapan, MR dibawa kembali ke Kampung Bahari untuk pengembangan kasus dengan meminta yang bersangkutan menunjukkan tempat penyimpanan narkoba. Namun, upaya ini menghadapi perlawanan dari loyalis MR yang menyerang petugas dengan melempar batu dan mercon. Anggota petugas pun mengalami luka akibat serangan tersebut dan membalas dengan tembakan gas air mata untuk memukul mundur massa.
Rekaman video yang diperoleh detikcom memperlihatkan personel BNN dan Brimob berjaga dengan perlengkapan lengkap, termasuk rompi antipeluru dan helm. Mereka menghadapi perlawanan dengan tembakan petasan dan mercon dari jaringan narkoba.
Akibat kejadian ini, perjalanan KRL Lintas Tanjung Priok yang melintas dekat lokasi penggerebekan sempat mengalami keterlambatan selama 16 hingga 30 menit karena adanya kerumunan massa di sekitar rel kereta. KAI Commuter telah mengamankan jalur rel sehingga perjalanan Commuter Line kembali normal pukul 07.01 WIB.
Dalam konferensi pers di Kantor BNN Jakarta Utara, Roy Hardy juga mengungkapkan bahwa selain ganja, petugas menyita sejumlah senjata api, amunisi, uang tunai, serta beberapa kendaraan mewah milik MR, termasuk mobil BMW dan skuter Vespa. MR ditangkap saat menjalani perawatan sedot lemak di sebuah klinik kecantikan di Mangga Besar, Jakarta Barat.
Lebih lanjut, Roy Hardy menyebut ada bandar narkoba besar lainnya yang beroperasi di Kampung Bahari, seperti Bos Gendut, Arif alias Lopes, dan Kimmul. Penggeledahan dilakukan di kediaman mereka dan ditemukan barang bukti narkoba serta senjata api ilegal. Jaringan tersebut diketahui mempersenjatai diri untuk melawan aparat dan mengonsolidasikan para loyalis guna menghadang operasi penggerebekan.
Dari tiga pelaku yang ditangkap, mereka diamankan di kantor BNN Jakarta Utara beserta barang bukti narkotika dan senjata api. Penggerebekan yang diwarnai perlawanan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memberantas peredaran narkoba di wilayah Jakarta Utara.
Sumber: detikcom dan harianSIB.com














