Polrinews.com – Jambi – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menjenguk Kapolda Jambi Irjen Rusdi Hartono dan rombongannya setelah berhasil dievakuasi dari bukit Tamiai, Muara Emat, Kabupaten Kerinci.
Setelah berhasil dievakuasi seluruh korban tersebut dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan pertama.
“Saya bersama Ketum Bhayangkari hari ini hadir untuk menjenguk dan memastikan kondisi kesehatan Kapolda Jambi beserta 7 personel lainnya setelah berhasil dievakuasi dari lokasi emergency landing,” kata Kapolri seperti dikutip dari akun Instagramnya, @ListyoSigitPrabowo, Rabu (22/2).
Menurut Kapolri Listyo Sigit Prabowo, kondisi para korban dalam keadaan stabil. Terlihat dari foto-foto yang dibagikannya di instagram, Kapolri sempat berbincang dengan para korban. Ada yang ditemui Kapolri di mobil ambulans, ada pula yang sudah di ruang perawatan rumah sakit
“Alhamdulillah. Semuanya dalam kondisi kesehatan yang stabil dan sedang mendapatkan perawatan medis untuk pemulihan,” ungkap Kapolri Listyo Sigit Prabowo.

Apresiasi Kepada Tim Penyelamat
Kapolri juga tidak lupa berterima kasih kepada semua pihak, khususnya tim SAR gabungan yang telah membantu mengevakuasi korban.
“Atas nama keluarga besar Polri saya mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh tim gabungan yang terdiri dari TNI Polri, Tim Paramedis, Pemerintah Daerah, Basarnas, BMKG, BPBD, PMI, Pihak swasta, Masyarakat Adat Tamiai dan Taman Nasional Kerinci Seblat serta seluruh elemen yang telah bekerja sama serta memberikan upaya maksimal sehingga proses evakuasi ini dapat berjalan dengan lancar,” papar Kapolri.
Sebanyak 8 korban berhasil dievakuasi tim SAR gabungan dari lokasi pendaratan darurat, Selasa (21/2/2023). Proses evakuasi dilakukan menggunakan jalur udara secara bergantian.
Sebelumnya helikopter yang ditumpangi rombongan Polda Jambi itu melakukan pendaratan darurat pada Minggu (19/2/2023), Helikopter milik Polri itu mendarat darurat karena cuaca buruk.

Sikap Heroik Kapolda Jambi
Kapolda Jambi meminta agar empat anggotanya dievakuasi lebih dahulu.
“Saya sampaikan bahwa Kapolda Jambi mengutamakan anak buahnya dulu atau anggota yang dievakuasi. Jadi beliau lebih mendahulukan anggotanya dulu, baru nanti beliau dan sisanya,” ucap Ramadhan di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (21/2).
Evakuasi terhadap empat korban dilakukan dengan metode hoist, yaitu metode evakuasi dengan cara menaikkan korban menggunakan peralatan tali ke helikopter, jika lokasinya tidak memungkinkan bagi pesawat untuk mendarat.
Maka dari itu, anggota yang lebih memungkinkan dievakuasi melalui metode hoist akan diutamakan. Diketahui, akibat pendaratan darurat itu, Kapolda mengalami patah tangan sebelah kanan.
Baca Juga : Polri Kerahkan Helikopter dan Tim Evakuasi untuk Evakuasi Helikopter Rombongan Kapolda Jambi
Dapatkan informasi terupdate berita polpuler Polisiku setiap hari dari Polrinews.com. Untuk kerjasama lainya bisa kontak email atau sosial media polrinews lainya.














