JAKARTA — Upaya peningkatan produktivitas jagung nasional mendapat dorongan baru melalui inovasi budidaya benih jagung Bhayangkara yang dilakukan oleh Polres Blitar. Inspektur Pengawasan Umum Polri, Komjen Dedi Prasetyo, memberikan apresiasi atas kreasi ini yang diharapkan mampu mendukung Program Ketahanan Pangan Indonesia.
“Terimakasih kepada para masyarakat tani, Gapoktan, Polres Blitar Polda Jatim, Primkopol Resor Blitar dan CV Lang Buana yang sudah bersinergi dan turut serta dalam berinovasi dalam mendukung Program Ketahanan Pangan melalui Budidaya Benih Jagung yang berkualitas tinggi,” ungkap Komjen Dedi Prasetyo dalam wejangan beliau di Jakarta pada hari Selasa.
Inisiatif yang diketuai oleh Komjen Dedi selaku Ketua Gugus Tugas Pangan Polri ini tidak hanya bertujuan untuk menciptakan produk unggulan tetapi juga sebagai langkah konkret Polri dalam mendukung ketahanan pangan nasional yang telah dicanangkan oleh pemerintah.
“Diharapkan benih jagung tersebut bisa bermanfaat dan sukses dalam mendukung ketahanan pangan yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto,” tegas Dedi.
Benih Jagung Hibrida Bhayangkara menunjukkan sejumlah kelebihan seperti ketahanan akar yang baik, toleransi terhadap penyakit, serta bobot per 1000 biji yang mencapai 367,89 gram. Benih ini juga mengandung protein dalam jumlah yang signifikan, yakni sebesar 9,10 persen, dan kandungan karbohidrat yang tinggi, sekitar 85,43 persen. Dari segi hasil, Bhayangkara mampu menghasilkan produksi sampai 12,72 ton per hektare dengan hasil panen sekitar 10,44 ton per hektare.
“Benih bhayangkara ketika mulai ditanam pada 28 Agustus 2024 di lahan seluas 0,686 hektare milik Polres Blitar yang berlokasi persis di samping Mako Polres Blitar. Dan dipanen pada 18 Desember 2024 lalu mampu menghasilkan 2.115 kilogram secara gelondongan dengan hasil pipil basar seberat 1.820 kilogram,” jelas Dedi, menunjukkan efektivitas benih yang dikembangkan.
Menariknya, hanya dengan produksi benih seberat kurang lebih 1,5 Ton yang dihasilkan dari demplot Polres Blitar tersebut, kebutuhan benih untuk 100 hektar lahan jagung sudah dapat terpenuhi. Hal ini membuka peluang besar untuk memperluas budidaya Jagung Hibrida Bhayangkara guna meningkatkan ketersediaan benih berkualitas tinggi dalam skala nasional.
Selain itu, Polri juga telah melaksanakan gerakan tanam jagung serentak di seluruh Indonesia dengan target 1,7 juta hektare lahan yang akan dijadikan areal tanam jagung. “Sejak launching Gugus Tugas Polri, sampai saat ini, Polri telah menanam jagung seluas 3.727 hektar, dan ditargetkan pada kuartal 1 tahun 2025 mencapai 300 ribu hektar,” ujar Dedi, menunjukkan progres yang telah dicapai.
Implementasi program ini juga tidak lepas dari peran teknologi. Dedi menyampaikan bahwa Polres Blitar mengoptimalkan aplikasi monitoring berbasis AI untuk evaluasi dan merencanakan strategi pertanian yang lebih efektif.
Penggunaan Benih Jagung Bhayangkara diperkirakan akan memberikan keuntungan bagi petani dengan meningkatkan hasil panen yang tahan terhadap penyakit sekaligus mendukung gerakan serentak tanam jagung guna mewujudkan program ketahanan pangan Indonesia. Strategi inovatif ini merupakan langkah nyata dalam peningkatan produksi jagung nasional, yang tidak hanya memperkuat ketahanan pangan tetapi juga meningkatkan kesejahteraan para petani pembudidaya jagung di Indonesia.
Baca Juga : Gerakan 1 Juta Hektare Jagung, Polantas Siap Amankan Distribusi Satgas Pangan














