Jakarta – Pakar Kebijakan Publik Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya, Prof. Andy Fefta Wijaya, menyatakan keberhasilan Operasi Ketupat 2026 tidak terlepas dari sinergi dan kolaborasi berbagai aktor yang terintegrasi dalam satu ekosistem kebijakan. “Kolaborasi Governance Multi Helix merupakan pendekatan tata kelola yang mengintegrasikan aktor negara dan non-negara dalam suatu ekosistem kebijakan berbasis shared decision-making, guna merespons kompleksitas permasalahan publik yang tidak dapat diselesaikan secara sektoral,” ujar Prof. Andy pada Selasa (31/3/2026).
Dalam Operasi Ketupat 2026, keterlibatan berbagai aktor terlihat dari sinergi antara pemerintah, sektor bisnis, masyarakat, akademisi, hingga media yang bekerja secara simultan dan terintegrasi. Prof. Andy menambahkan, pendekatan konvensional yang berbasis koordinasi sektoral sudah tidak memadai untuk menghadapi kompleksitas mobilitas masyarakat saat mudik Lebaran. Oleh karena itu, diperlukan model tata kelola yang adaptif dan sistemik melalui Kolaborasi Governance Plus Multi Helix (CGPMH).
“Selama ini, tantangan utama kita adalah ego sektoral dan fragmentasi data antar lembaga. Namun, dalam Operasi Ketupat 2026 mulai terlihat adanya integrasi sistem, kesamaan visi, dan pembagian peran yang lebih jelas. Ini menjadi bukti bahwa pendekatan Multi Helix bukan hanya konseptual, tetapi aplikatif dan terbukti efektif,” jelasnya.
Prof. Andy juga menyoroti pentingnya penguatan integrasi data nasional, sistem kendali terpadu, serta pengelolaan berbasis koridor wilayah sebagai faktor keberhasilan operasi tersebut.
Polri secara resmi mengakhiri Operasi Ketupat 2026 pada 25 Maret dan melanjutkannya dengan Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) hingga 29 Maret. Kakorlantas Polri, Irjen Agus Suryonugroho, menyampaikan bahwa berdasarkan data aplikasi IRSMS Korlantas Polri, jumlah korban meninggal dunia selama periode mudik dan balik turun sebanyak 104 orang atau 30,41 persen dibanding tahun sebelumnya.
Selain itu, total kejadian kecelakaan lalu lintas nasional juga menurun 5,31 persen atau berkurang 153 kejadian dibandingkan tahun lalu. Pada Operasi Ketupat tahun ini tercatat nihil kecelakaan menonjol.
Keberhasilan tersebut dicapai melalui penerapan rekayasa lalu lintas yang terukur seperti One Way Nasional dan One Way Sepenggal Presisi, serta penggunaan teknologi modern seperti ETLE Patrol Presisi, Command Center Mobile, dan Body Cam.
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyampaikan apresiasi kepada seluruh petugas di lapangan dan stakeholder yang telah bersinergi mewujudkan mudik aman dan nyaman sesuai tagline “Mudik Aman, Keluarga Bahagia.”














