Jakarta – Kepolisian Metro Jaya bersama Badan Narkotika Nasional (BNN) melaksanakan operasi penggerebekan sarang narkoba di Kampung Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Minggu pagi. Operasi yang dimulai pukul 05.30 WIB ini melibatkan 1.816 personel gabungan dari berbagai instansi termasuk BNN, Bareskrim Polri, Ditresnarkoba Polda Metro Jaya, Brimob, Polres Metro Jakarta Utara, dan Polsek Tanjung Priok.
Kapolda Metro Jaya memantau langsung jalannya operasi yang mengadopsi strategi “Trojan KRL”. Tim pertama yang bertugas sebagai penyergap menggunakan Kereta Luar Biasa (KLB) KRL Commuter Line dengan delapan gerbong yang dicarter khusus. Kereta tersebut sengaja dihentikan secara darurat di tengah rel yang membelah Kampung Bahari dan Kampung Muara Bahari, sehingga petugas bersenjata lengkap turun dan menyerbu area pemukiman secara mendadak.
Sementara itu, tim kedua bertugas sebagai penyekat dengan melakukan penutupan ketat di jalur darat masuk Kampung Bahari, mulai dari Jalan RE Martadinata hingga gang-gang tikus. Pihak KAI Commuter mengonfirmasi bahwa penggunaan kereta khusus ini telah terkoordinasi dengan baik, meskipun tiga perjalanan KRL rute Jakarta Kota–Tanjung Priok terdampak keterlambatan antara 4 hingga 19 menit akibat kerumunan warga selama penggerebekan.
Dalam penggerebekan tersebut, sebanyak 26 hingga 27 terduga pelaku berhasil diamankan dan dibawa ke Mapolda Metro Jaya untuk pemeriksaan lebih lanjut. Mereka terdiri dari pemilik lapak, pengedar, dan pengguna aktif. Namun, beberapa bandar utama berhasil kabur setelah mengetahui rencana penangkapan. Identitas mereka sudah dikantongi dan menjadi daftar buronan kepolisian.
Selama operasi, petugas menghadapi perlawanan dari sejumlah warga yang melemparkan batu dan petasan. Polisi pun melepaskan gas air mata untuk membubarkan massa. Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya menyatakan bahwa aksi pelemparan tersebut merupakan taktik pengalihan agar polisi teralihkan dari target utama operasi.
Penggeledahan di lapak-lapak dan rumah kontrakan menghasilkan barang bukti berupa ratusan gram sabu, paket ganja, ribuan pil ekstasi, obat psikotropika, mesin pencetak ekstasi, alat pengemas plastik, timbangan digital, alat hisap (bong), mesin kasir mini hingga senjata api asli, airsoft gun, puluhan senjata tajam, senapan angin, petasan, dan kamera pengawas (CCTV) yang dipasang di gang-gang untuk mengawasi pergerakan aparat.
Kapolda Metro Jaya menegaskan bahwa Kampung Bahari bersama Kampung Ambon dan Kampung Boncos menjadi prioritas utama dalam pembersihan narkoba di wilayah hukum DKI Jakarta. Kepolisian bekerjasama dengan Pemerintah Kota Jakarta Utara, Pemprov DKI, serta Kementerian Perumahan akan melaksanakan penertiban dan pembongkaran bangunan liar di sepanjang bantaran rel serta menata ulang tata ruang sosial ekonomi guna mencegah kembali munculnya aktivitas ilegal.













