Anak Gunung Krakatau merupakan gunung berapi yang muncul di selat Sunda sebagai hasil dari letusan dahsyat Gunung Krakatau pada tahun 1883. Setelah letusan tersebut, sebuah pulau vulkanik baru mulai terbentuk di tengah-tengah kaldera tua dari gunung yang meletus, dan dikenal sebagai Anak Gunung Krakatau, yang artinya “anak” dari Krakatau. Sejak kemunculannya, Anak Gunung Krakatau terus mengalami aktivitas vulkanik yang kadang intens, dengan letusan-letusan kecil hingga sedang yang terekam selama beberapa dekade. Aktivitas ini menarik perhatian ilmuwan dan pengamat gunung berapi karena memberikan wawasan penting tentang proses pembentukan pulau vulkanik baru dan perilaku gunung berapi bawah laut. Sebagai bagian dari sistem gunung berapi Krakatau, Anak Gunung Krakatau juga memiliki peran penting dalam studi mitigasi bencana vulkanik di wilayah Indonesia yang rawan gempa dan erupsi.














